Pages

Friday, May 15, 2015

Museum Suharto Argomulyo Sedayu Bantul


Museum Suharto yang berada di Kemusuk Argomulyo Sedayu Bantul Yogyakarta memang belum begitu lama dibangun, namun mengingat nama besar Suharto sebagai presiden kedua Republik Indonesia ini menjadikan museum Suharto cepat dikenal dan banyak dikunjungi wisatawan terutama para pelajar, sejarawan, budayawan dan para veteran perjuangan kemerdekaan RI. Kecamatan Sedayu merupakan area kabupaten Bantul yang berada di ujung utara dan barat berbatasan dengan kabupaten Sleman dan Kulonprogo.

Lokasi Museum Suharto

Lokasi yang sangat mudah dijangkau dan hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari kota Yogyakarta dengan infrastruktur jalan yang sangat baik menjadikan Museum Suharto mudah ditemukan bahkan oleh orang yang hanya bermodalkan bertanya lokasinya saja karena sebagai tempat kelahiran Suharto sebagai mantan presiden RI selama 32 tahun tentunya membuat dusun Kemusuk Argomulyo dikenal oleh banyak orang, terlebih di lokasi museum juga terdapat bekas rumah pak Harto semasa masih kecil. Atau jika anda menggunakan jasa transportasi wisata jogja maka anda hanya tinggal duduk saja karena hampir semua driver dari berbagai agen yang menyediakan paket wisata di jogja pasti mengetahui alamat museum ini.

Fasilitas Museum Suharto

Lokasi museum Suharto menyediakan kawasan parkir yang sangat luas bahkan cukup untuk beberapa bus pariwisata sekaligus. Dengan ongkos parkir yang terjangkau mulai hanya Rp 5000 saja untuk sepeda motor tentu sangat terjangkau untuk masyarakat umum yang ingin berkunjung ke tempat ini. Apalagi tidak ada biasa retribusi untuk masuk ke lokasi museum Suharto. Walaupun dari luar tampak begitu sederhana dan kental dengan suasana budaya Jawa namun fasilitas yang disediakan di dalam museum ini sangatlah lengkap dan menarik dengan fitur multimedia modern sebagai media menjelaskan sejarah perjuangan RI.

Diluar lokasi museum terdapat banyak penjual oleh-oleh berupa makanan khas seperti jenang dodol, krasikan, keripik belut, dan sebagainya termasuk juga cinderamata berupa kaos fenomenal yang bertulisan "Piye Kabare ? Isih Penak Jamanku To ?" dengan gambar senyum pak Harto dan lambaian tangan khasnya. Semua itu dapat dibeli dengan harga sangat terjangkau dan dengan pelayanan yang sangat ramah dari para penjualnya.Hanya saja sayangnya tidak banyak warung makan berada disekitar lokasi ini yang menjual menu khas. Kebanyakan hanya penjual mie ayam, bakso, gado-gado dan sebagainya. Namun tenang saja karena sepanjang Jl. Wates yang dengan lokasi museum Suharto banyak terdapat wisata kuliner yang menjual makanan unik dan khas.

Dan jika anda masih memiliki rencana untuk berlibur di Jogja selama beberapa hari lagi mungkin anda membutuhkan penginapan di Jogja. Anda dapat menanyakan kepada driver wisata anda mengenai informasi homestay harian di Jogja yang murah dan nyaman.

No comments:

Post a Comment